Atas Nama Tuhan Yang Maha Esa.
Damai Sejahatera Nusantara.!!
Itulah impianku untuk bangsa Indonesia Ini.
Nusantara yang pernah jaya namanya pada Zamannya..
Entah kenapa berputar balik dengan kenyataan tersebut,
menjadi negara yang di jajah oleh negara lain. Saya sangat prihatin dengan
keadaan seperti ini. Di karenakan penerus bangsa ini sudah tidak memiliki rasa
Nasionalisme, seperti Pejuang/Pahlawan kita terdahulu Berjuang mati matian
untuk Bangsa ini.
Bangsa ini akan mengalami masa hitam dalam sejarah, Jika penerus Bangsanya sudah tidak memiliki rasa cinta terhadap tanah air mereka. Sangat sedikit kalangan Pemuda yang memiliki rasa cinta terhadap Ibu Pertiwi ini. Kita sebagai warga negara sudah sepantasnya kita menghormati Bangsa dan Negara ini, walau keadaannya sunggu kacau. Tetapi kita sebagai warga negara kita harus membangun bangsa ini berdiri dari keterpurukan yang sejak lama di derita. Bangsa yang masih mengalami revolusi.
Kita juga harus menghormati Jasa Pahlawan kita, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa Pahlawannya.
Bangsa ini akan mengalami masa hitam dalam sejarah, Jika penerus Bangsanya sudah tidak memiliki rasa cinta terhadap tanah air mereka. Sangat sedikit kalangan Pemuda yang memiliki rasa cinta terhadap Ibu Pertiwi ini. Kita sebagai warga negara sudah sepantasnya kita menghormati Bangsa dan Negara ini, walau keadaannya sunggu kacau. Tetapi kita sebagai warga negara kita harus membangun bangsa ini berdiri dari keterpurukan yang sejak lama di derita. Bangsa yang masih mengalami revolusi.
Kita juga harus menghormati Jasa Pahlawan kita, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa Pahlawannya.
Pejuang Pahlawan Terdahulu Sepantasnya Di hargai dengan
semangat nasionalisme dan patriotisme demi membangun ibu pertiwi yang sedang
sakit sakitan ini. Semangat Nasionalisme para pahlawan seharusnya menjadi
contoh bagi kita semua untuk membangun ibu pertiwi agar menjadi Damai dan
Sejahtera, Bukan begitu saudara.? Ada pula faktor yang mempengaruhi hilangnya
rasa nasionalisme pada diri seseorang, ya itu faktor internal dan eksternal,
contoh:
- Faktor Internal yaitu ada
rasa kekecewaan terhadap pemerintah yang melakukan korupsi.
- Faktor eksternal yaitu terpengaruh budaya luar.
- Faktor eksternal yaitu terpengaruh budaya luar.
Kita juga sebagai pemuda – Pemudi indonesia sepantasnya menghormati budaya kita sendiri bukan membudayakan budaya luar. Maka dari itu kita sebagai penerus bangsa harus melestarikan budaya kita.
Karena banyak pemuda sekarang lebih memilih kebudayaan luarnya. Karena seiring dengan berkembangnya globalisasi dan kurang selektif dalam mengikuti perkembangan zaman budaya barat yang mengindikasikan bahwa pemuda saat ini lebih memilih budaya yang ada di budaya barat dari pada memilih budaya yang ada di ibu pertiwi ini.
Pendidikan pancasila yang seharusnya dapat menjadi
landasa kehidupan yang Damai dan Sejahtera, justru terkadang tidak di
kedepankan. Jika kita seperti ini, mau di bawa kemana nama Bangsa ini.
Maka Dari itu kita sebagai pemuda indonesia harus memperjuangkan bangsa ini, kita sebagai pembawa tongkat estafet selanjutnya kita harus berjuang mati matian membawa tongkat itu hingga ke garis finis. Seperti pahlawan kita beliau semua berjuang Hingga titik penghabisan untuk membela bangsa ini, demi generasi bangsa selanjutnya beliau berjuang.
Maka Dari itu kita sebagai pemuda indonesia harus memperjuangkan bangsa ini, kita sebagai pembawa tongkat estafet selanjutnya kita harus berjuang mati matian membawa tongkat itu hingga ke garis finis. Seperti pahlawan kita beliau semua berjuang Hingga titik penghabisan untuk membela bangsa ini, demi generasi bangsa selanjutnya beliau berjuang.
Ingatkah anda dengan Hari sumpah pemuda.
ya hari sumpah pemuda yang di peringati pada tanggal 28 Oktober 1928.
adanya cita cita akan ada “Tanah air Indonesia”, “Bangsa Indonesia”, dan “Tanah Air Indonesia”. Kepeutusa ini juga di harapkan menjadi asas bagi setiap Perkumpulan kebangsaan Indonesia.
Teks itu sendi yang berisi :
ya hari sumpah pemuda yang di peringati pada tanggal 28 Oktober 1928.
adanya cita cita akan ada “Tanah air Indonesia”, “Bangsa Indonesia”, dan “Tanah Air Indonesia”. Kepeutusa ini juga di harapkan menjadi asas bagi setiap Perkumpulan kebangsaan Indonesia.
Teks itu sendi yang berisi :
- Kami Poetra dan Poetri Indonesia mengakoe bertoempah
darah jang satoe , tanah indonesia.
- Kami Poetra dan Poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa indonesia.
- Kami Poetra dan Poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa indonesia.
Mungkin kata- kata itu sudah tidak asing di telinga anda, tetapi sudah lupa di benak anda tentang sumpah pemuda tersebut. Hari yang memperingati sumpah para pemuda indonesia tersebut sekarang menjadi hari yang tidak ada sepesialnya di benak para pemuda indonesia. Mungkin karena bergesernya globalisasi dan perkembangan Zaman.
Ini karena berkembangnya budaya barat dan timur.
Semoga Ibu Pertiwi lekas sembuh dari penyakit yang menghinggap di tubuhnya yang menggerogoti segalanya yang ada di nusantara ini. Sudah tidak lama lagi indoesia akan bangkit dari keterpurukan/dunia hitamnya.
Segala Puji Bagi Tuhan Yang Maha Esa.. :)
- Kami Poetra dan Poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa indonesia.
- Kami Poetra dan Poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa indonesia.
Mungkin kata- kata itu sudah tidak asing di telinga anda, tetapi sudah lupa di benak anda tentang sumpah pemuda tersebut. Hari yang memperingati sumpah para pemuda indonesia tersebut sekarang menjadi hari yang tidak ada sepesialnya di benak para pemuda indonesia. Mungkin karena bergesernya globalisasi dan perkembangan Zaman.
Ini karena berkembangnya budaya barat dan timur.
Semoga Ibu Pertiwi lekas sembuh dari penyakit yang menghinggap di tubuhnya yang menggerogoti segalanya yang ada di nusantara ini. Sudah tidak lama lagi indoesia akan bangkit dari keterpurukan/dunia hitamnya.
Segala Puji Bagi Tuhan Yang Maha Esa.. :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar